anggota kelompok 3:
- Mohammad Khozim A.
- Muhammad Haqul Y.
- Mohammad Fakhul Ihsan S.
- Ilbas A.R.
- Khoirun Natasya
- Ilyas S.N.
- Khoirun Natasya
- Ilyas S.N.
MATERI
Pengertian Domain
Domain adalah sebuah string pengenal yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah server seperti web server atau mail server pada sebuah jaringan komputer ataupun internet agar mudah untuk diakses oleh user. Dengan menggunakan domain anda tidak perlu lagi untuk mengingat alamat IP dari server yang akan anda tuju, sebab semuanya telah diatur oleh Domain Name Server (DNS) sehingga domain yang anda tulis akan terhubung lansung dengan alamat IP server.

Singkatnya domain digunakan untuk berkomunikasi antara manusia dengan komputer, dan alamat IP digunakan untuk berkomunikasi antar komputer. Pada hirarki Domain Name System (DNS), domain terbagi menjadi beberapa tingkatan yaitu: Top level domain, Second level domain dan yang lebih rendah, masing-masing tingkatan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Top Level Domain (TLD) sering juga disebut sebagai ekstensi domain, merupakan bagian yang paling akhir dari nama domain yang dapat anda temukan setelah tanda titik. Contohnya ialah .com, .org, .net, .gov, .mil.
Top Level Domain juga dibagi menjadi beberapa kategori, salah satu kategorinya ialah Country Code Top Level Domain (ccTLD), yaitu sebuah domain dengan panjang dua karakter yang digunakan pada setiap negara dengan masing-masing kode yang berbeda berdasarkan standar ISO yang telah ditetapkan. Contoh dari ccTLD adalah Indonesia dengan domain “.id”, Singapura “.sg”, Malaysia “.my”, Jepang “.jp” dan masih banyak lagi.

Skema Cara Kerja Domain
Pada hirarki selanjutnya dari domain name system terdapat second level domain, yaitu bagian dari domain yang memiliki posisi disebelah kiri tanda titik atau top level domain. Contoh misalnya website nesabamedia.com, dimana “nesabamedia” merupakan second level domain dan “.com” adalah top level domainnya. Pada second level domain juga terdapat kode negara atau yang disebut country code second level domain (ccSLD) yang merupakan bagian dari ccTLD. Bagian dari ccSLD dari suatu domain terletak diantara SLD dan ccTLD. Contohnya pada domain indonesia.go.id, “.go” merupakan ccSLD yang terletak diantara SLD (indonesia) dan ccTLD (.id).
Seluruh penggunaan nama domain tersebut diatur oleh lembaga internasional bernama Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), dan untuk penggunaan domain dengan kode negara diatur oleh negaranya sendiri, contoh misalnya indonesia untuk domain .id diatur oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI).
Fungsi Domain pada Website
Pada suatu website, domain memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya sekedar agar user dapat dengan mudah mengakses halaman web anda tanpa harus menuliskan alamat IP server, namun lebih dari itu, sebab nama domain itu sendiri nantinya akan menjadi identitas atau brand dari website yang anda miliki. Domain yang unik dan mudah diingat merupakan salah satu faktor agar website anda dapat dengan mudah ditemukan oleh target pembaca anda selain dengan memanfaatkan SEO.
Untuk memilih domain yang cocok untuk website anda, usahakan untuk membuat nama domain yang mudah untuk diucapkan dan mudah untuk dituliskan, usahakan untuk tidak menggunakan tanda strip (-) atau nomor pada nama domain anda. Anda dapat menggunakan kata yang sudah ada sebagai nama domain anda seperti nesabamedia.com atau jawarafile.com, atau anda dapat membuat sebuah kata baru yang unik dan mudah diingat seperti yang telah dilakukan Google, Youtube dan Bing.
Contoh-contoh Domain

Terdapat berbagai macam jenis domain, masing-masing domain tersebut memiliki makna khusus yang berkaitan dengan jenis website yang akan anda tuju, berikut ini beberapa contoh dari domain:
1. Domain .com
Domain .com merupakan top level domain pada Domain Name System. Nama .com diambil dari kata commercial, yang awalnya ditujukan untuk organisasi komersial, namun kemudian dibuka untuk tujuan umum. Contohnya ialah google.com, youtube.com, facebook.com dan masih banyak lagi.
2. Domain .net
Domain .net juga merupakan generic top level domain pada Domain Name System. Nama .net diambil dari kata network, yang awalnya ditujukan untuk organisasi yang bergelut dalam teknologi jaringan seperti penyedia layanan internet dan perusahaan infrastruktur lainnya. Namun kemudian batasan tersebut tidak dipatuhi sehingga penggunaan domain .net menjadi terbuka untuk tujuan umum dan menjadi alternatif lain sebagai pengganti domain .com. Contohnya telkom.net, flagpedia.net, asp.net dan masih banyak lagi.
3. Domain .org
Domain .org juga merupakan generic top level domain pada Domain Name System. Nama .org diambil dari kata organization, yang awalnya ditujukan untuk organisasi yang bersifat non-profit. Namun kemudian batasan tersebut tidak diberlakukan dan telah dihapus, sehingga domain ini dapat digunakan secara umum, biasanya digunakan oleh sekolah, poyek yang bersifat opensource, komunitas dan juga dapat digunakan untuk hal yang berprofit. Contohnya wikipedia.org, opensource.org, sgiaedu.org dan masih banyak lagi.
Itulah beberapa penjelasan mengenai pengertian domain dan bagaimana perannya pada sebuah website. Pastikan anda untuk memilih dengan cermat nama domain yang akan anda gunakan untuk website anda, untuk memperdalam ilmu anda mengenai website anda dapat mengakses postingan sebelumnya mengenai pengertian website dan manfaatnya.
Komponen Server Untuk Aplikasi Jaringan Komputer
Spesifikasi komponen server sedikit berbeda dengan komputer desktop, yang perlu kita perhatikan saat membangun komputer server adalah kecepatan transfer data dan proses. Kecepatan transfer data dipengaruhi oleh lebar jalur data motherboard, kapasitas memor y, cache perangkat keras dan bandwidth perangkat jaringan LAN Card. Kecepatan proses dipengaruhi oleh jenis prosessor dan frekuensi CPU.
Gambar dibawah ini menunjukkan bagian terpenting komponen komponen server. Kita memilih komponen server dengan pertimbangan kecepatan transfer data, kecepatan proses data danbandwidth maksimum transfer data yang melalui jaringan LAN (Local Area Networking).
Server pada dasarnya memiliki karakteristik yang agak berbeda dari PC Desktop, Walaupun pada dasarnya menggunakan teknologi yang sama.
• Processor Intel Xeon seri 3000, 5000 dan 7000
Saat ini processor Xeon lebih baik untuk digunakan untuk server. Processor Xeon menggunakan socket LGA 755 dan mendukung konfigurasi Dual Processor (DP) dan multi Processor (MP). Seri Xeon 7000 merupakan processor lama yang masih meenggunakan socket lama (socket-604). Bagi Anda yang membutuhkan komputasi yang berat, dapat memilih intel itanimum2 yang mulai dijual retail.
• Motherboard Intel
Motherboard Intel memiliki dua tipe, yaitu Dual Socket (untuk dua processor) dan single Socket (satu processor). Motherboard server rata-rata menggunakan kode “S” di depannya. Contoh S5000xxx (untuk Xeon 5000 dual), S3000xx (untuk Xeon 3000 single). Utnuk motherboard non-Xeon biasanya tidak menggunakan kode 5000 atau 3000 di atas, namun seri S975XBX2 (untuk processor Core 2 Duo) dan X38ML (untuk Core 2 Quad)
• RAM Memory
RAM menggunakan DDR1/DDR2/DDR3 ECC Registered atau FBDIMM. Visipro sudah memiliki varian produk ini. Kapasitas yang dianjurkan untuk server adalah minimal 1 GB (dengan 2x 512MB in Dual Channel). Kapasitas rata-rata sebuah server board adalah 4 GB – 16 GB.
• Harddisk SATA, SCSI, atau SAS
Seagate baru saja merilis HDD SATA khusus untuk server yaitu Barracuda ES yang dapat beroperasi 24-jam x 7 hari tanpa henti. Alternatif lain adalah menggunakan SCSI Seagate cheetah 10K dan 15K (68-pin dan 80-pin).
Jika ingin menggunakan HDD berukuran 2.5” (Notebook) dengan teknologi SCSI, dapat menggunakan Seagate Savvio. Antarmuka HDD yang belakangan berkembang adalah SAS (serial Attached SCSI) yaotu SCSI berbasis teknologi serial. SAS kompatibel dengan SATA (tapi SATA tidak kompatibel dengan SAS). Seagate sudah merilis versi ini, yaitu Cheetah SAS.
• RAID Controller
Hampir semua MB server mengadopsi konfigurasi RAID pada sistemnya, seperti RAID 0, 1, 5, dan 10. Konfigurasi RAID ini umumnya berjalan di HDD SATA dan SAS. Tapi mungkin untuk linux masih lebih gampang menggunakan software RAID.
• Dual Ethernet Port
Perbedaan yang paling nyata antara MB server dan Desktop adalah pada jumlah port LAN yang disediakan. Server selalu menggunakan dual port, di mana port 1 digunakan untuk koneksi router, dan port 2 digunakan untuk koneksi ke Hub/Switch. Pada PC Desktop yang dijadikan server, biasanya digunakan LAN card PCI tambahan. Bagi anda yang cukup pengalaman dapat mengaktifkan load balancing agar beban server dapat maksimal dan seimbang di antara dua LAN card tersebut.
• Power Suply
Server menggunakan power suply khusus dengan daya yang cukup besar. Ini dikarenakan kebutuhan perangkat sever memang lebih besar dari pada PC Desktop. Selain itu, konektor power ke motherboard juga biasanya menggunakan jumlah pin socket yang berbeda, yaitu 24-pin dan 8-pin tambahan (desktop menggunakan 24-pin dan 4-pin tambahan). Kapasitas power suply server berkisar antara 500-800 watt. Selain itu, server tipe tertentu (high end) biasanya menggunakan fitur REDUNDANT, yaitu dua buah power suply yang mati, maka satunya dapat mem-backup sehingga server tidak perlu dimatkan (power-off).
• Chasis
Server mengenal dua tipe chasis, yaitu PEDESTAL dan RACKMOUNT. Pedestal serupa denganchasing tower pada PC Desktop, yaitu dengan posisi berdiri. Rackmount merupakan chasing dengan tipe tidur (biasanya berbentuk pipih dan tipis). Rackmount dipasang pada rack server khusus sehingga dapat diintal lebih dari satu stack (tumpukan). Pengembangan dari rackmount adalah BLADE Server, yaitu server densitas tinggi yang dibentuk dari beberapa server yang disusun secara vertikal bertumpuk (seperti roti tawar yang dipotong). Blade server umumnya dibutuhkan oleh perusahaan dengan kapasitas besar dengan fungsi server yang berbedda-beda.
Tips dalam Memilih Aplikasi untuk Server
Dalam memilih aplikasi untuk server, maka terlebih dahulu harus diketahui jenis-jenis aplikasi yang dibutuhkan oleh calon pengguna jaringan. Aplikasi Server adalah aplikasi komputer yang berfungsi melayani permintaan akses dari komputer klien. Beberapa aplikasi untuk server dapat dikategorikan dalam beberapa keperluan, yaitu:
1. Sebagai penyedia/penunjang layanan aplikasi jaringan komputer, seperti DNS Server, Web Server, Mail Server, Database Server dan aplikasi server lainnya yang menunjang layanan apikasi jaringan.
2. Sebagai pengelola lalu lintas jaringan (traffic), seperti routing, monitoring traffic jaringan/network management sistem (NMS).
